Kamis, 07 September 2017

Sinopsis

Perkenalan Nania dan Rafli

Nania (Velove Vexia) bertemu Rafli (Deva Mahenra) saat kerja praktik lapangan di perusahaan pengembang perumahan. Rafli menjadi pembimbing mahasiswi arsitektur itu. Rafli tidak memperlakukan Nania secara khusus. Nania harus ikut bekerja kasar bersama buruh bangunan seperti mengaduk semen, memplester dinding, dan lainnya. Namun karena melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar itulah, Nania mengenal Rafli lebih jauh, begitu juga dengan Rafli.



Nania dan Rafli saling bersimpati. Nania melihat sendiri betapa besar kepedulian Rafli terhadap buruh yang mengalami kecelakaan dan ketaatan Rafli dalam beribadah. Di tengah kesibukannya mengawasi pembangunan perumahan, Rafli masih menyempatkan diri shalat di antara truk-truk besar. Rafli juga melihat Nania sebagai perempuan yang tidak mudah mengeluh. Bahkan ia mengevaluasi rencana anggaran biaya perumahan sehingga dapat mewujudkan impian Rafli untuk menghadirkan rumah yang nyaman dan juga murah.     
Saat hadiri pernikahan Tolle Syukur (Muhadkly Acho) asisten Rafli, keduanya semakin dekat. Nania menanyakan kriteria calon istri Rafli. Salihah dan menutup aurat adalah jawaban yang diucapkan Rafli. Saat itu, Nania mengenakan gaun model Shanghai yang memperlihatkan kaki jenjangnya. Rafli pun menjelaskan konsep ta’aruf. “Lelaki berani mengajak perempuan ta’aruf adalah lelaki yang yakin bahwa perempuan itu akan cocok untuknya.” Nania semakin kagum terhadap sikap dan pemikiran Rafli.

Benih-benih cinta terhadap Rafli yang tumbuh di hati Nania terusik kehadiran Tyo Handoko (Nino Fernandez). Tyo seorang dokter bedah, memiliki bibit, bebet, bobot yang sesuai dengan kriteria keluarga besar Nania. Ibu dan tiga kakak Nania mendorong Nania agar serius menjalin hubungan percintaan dengan Tyo. Rafli pun mulai menyadari keberadaan Tyo yang sering mengantar dan menjemput Nania ke lokasi praktik. Ada perasaan rendah diri pada Rafli, karena ia hanyalah laki-laki biasa, lulusan D3.   

Rafli Menikahi Nania

Dua tahun berlalu. Karir Nania sebagai arsitek melesat. Hal itu diketahui Rafli dari majalah yang memuat profil Nania sebagai arsitek berbakat. Dorongan sang ibu untuk segera menikah dan sindiran Tolle membuat Rafli berani menemui Nania kembali dan mengajaknya ta’aruf. Tidak lama kemudian keduanya bersepakat untuk menikah, meskipun Rafli dan Nania sempat mendapat tekanan dari semua kakak kandung dan kakak ipar Nania.  

Kehidupan rumah tangga Nania dan Rafli sejatinya bahagia. Mereka tinggal di rumah sederhana nan nyaman di Gadog, Bogor yang cukup terpencil. Namun menurut pandangan Ibu Nania dan kakak-kakaknya, Nania dan Rafli hidup susah dan kekurangan. Sang ibu selalu membandingkan Rafli dengan kakak ipar Nania: seorang politikus, pengusaha, dan dosen terkenal.
Kemarahan Nania memuncak saat ibu dan kakak-kakak Nania mengunjunginya. Nania tengah hamil tua, sendirian di rumah. Sang ibu membawakan Nania seorang pembantu dan kakaknya memberikan peralatan bayi bekas pakai. Ibu dan kakak seolah sudah jauh mencampuri kehidupan rumah tangga Nania. Nanaia berang, terjadi pendarahan yang membuat Nania harus dilarikan ke rumah sakit dan melahirkan bayi dalam keadaan prematur.

Untunglah Nania dan sang bayi selamat. Sang bayi diberi nama Yasmin Cinta Muhammad. Kakak Nania yang ingin membayari semua biaya rumah sakit ditolak Rafli. Rafli membawa Nania pulang ke rumah. Mereka menjalani kehidupan rumah tangga seperti biasa. Kebahagiaan bertambah takkala lahir anak kedua yang diberi nama Yusuf.     

Nania Mengalami Amnesia  

Klimak cerita film Cinta Laki-laki Biasa dimulai saat Teguh Trimurti (Agus Kuncoro), kakak ipar Nania ditangkap KPK. Ranti, kakak pertama Rania yang merupakan istri Teguh mencoba bunuh diri. Nania dijemput untuk menenangkan Ranti. Namun di tengah jalan terjadi kecelakaan yang membuat Nania terluka parah. Selain kaki Nania lumpuh, ia juga mengalami retrograde amnesia. Nania tidak bisa mengingat semua masa lalunya. 



Rafli terpukul. Terlebih ketika ia mengetahui dokter yang merawat Nania adalah Tyo yang juga menyukai Nania dan masih melajang. Rafli tetap bersabar merawat Nania meskipun api cemburu mulai menyala, karena Tyo seolah lebih diingat Nania. Rafli frustasi, begitu juga Nania, sehingga Nania menolak fisioterapi dan tidak mendengarkan nasihat untuk pemulihan dari Tyo lagi.
Share:

Para Pemeran

  1. Velove Vexia - Nania Dinda Wirawan 
  2. Deva Mahenra - Muhammad Rafli Imani
  3. Nino Fernandez - Tyo Handoko
  4. Muhadkly Acho - Tolle Syukur
  5. Dhini Aminarti - Lulu Damayanti (Sahabat Nania)
  6. Ira Wibowo - Ibunda Nania
  7. Cok Simbara Ayah Nania
  8. Dewi Rezer - Ranti Wirawan (Kakak Pertama Nania)
  9. Agus Kuncoro - Teguh Trimurti (Suami Ranti)
  10. Dewi Yull - Nani Sutinah (Ibunda Rafli)
  11. Donita - Wiwid Wirawan (Kakak Nania ke 3)
  12. Adi Nugroho - Anwar Iskandarsyah (Suami Wiwid)
  13. Uli Herdinansyah - Donny Andara (Suami Ina)
  14. Mellya Baskarani - Ida Zaitun
  15. Fanny Fabriana - Ina Wirawan (Kakak Naina Ke2)
  16. Donna Harun - Titi
  17. Yama Carlos - Ardan Komarandi
  18. Marwoto - Penghulu
  19. Angie Ang - Reporter
  20. Yati Surachman - Mbok
  21. Elkie Kwee - Dokter Lahiran
  22. Messi Gusti - Yasmin Cinta Muhammad (Anak Nania & Rafli)

Share:

Preview Film

"Ini film yang indah, rasa bahagia dan ingin memiliki keluarga hadir sesaat setelah saya menyaksikan film ini"

-Arisman Riyadi-


   NANIA (Velove Vexia) diceritakan dalam film ini sebagai wanita cantik nan sukses dalam meniti karir, berasal dari keluarga terhormat dengan ketiga kakak nya yang sudah mapan dalam menjalani hidup bersama pasangannya masing-masing. Melihat trailer film ini, tak perlu saya spoiler juga pasti kalian mengetahui akhir cerita film yang disutradarai Guntur Soeharjanto ini, kenapa? ceritanya biasa ? tentu sesuai judulnya haha, tapi buka itu yang saya maksud ! cerita film yang diangkat dari karya penulis terkenal Tanah Air Asma Nadia memang sudah tak diragukan lagi dalam hal romantis, meskipun mudah ditebak jalan ceritanya. Bisa saya bilang ceritanya 'biasa', kisah gadis kaya, menikah dengan lelaki biasa, mertua tak merestui, so? simple kan? TAPI satu hal yang pasti, INI BUKAN FILM BIASA,  alur cerita yang 'biasa' tadi berubah menjadi sesuatu yang 'luar biasa' sejak detik pertama film CINTA LAKI - LAKI BIASA ini diputar.


 "Nania Dinda Wirawan, maukah kau berta'aruf dengan ku Muhammad Rafli Imani ?" tegas Rafli 

Sosok Rafli yang diperankan oleh Deva Mahendra memantapkan dirinya masuk sebagai jajaran artis pengganti Reza, ketika beberapa orang mulai berbicara "akh, bosan dia (Reza) lagi, dia lagi", Deva berhasil memimpin jalan cerita film ini menjadi sesuatu yang menyenangkan, penuh pesan dan perasaan bahagia yang hadir setelah menyaksikan film ini. Menyenangkan, saya rasakan ketika film ini mulai menampilkan kegugupan Rafli saat mengetahui hatinya memiliki ruang untuk Nania, sempat saya tersenyum kecil melihat caranya mendekati Nania dan tiba-tiba hadir setelah lama menghilang kemudian langsung mengajak ta'aruf. Penuh pesan, dari tokoh Rafli seorang saja saya sudah mengambil kesimpulan bagaimana seorang laki-laki biasa, yang tak biasa sebenarnya karena untuk kategori materi ia sudah berkecukupan dengan memiliki mobil (meskipun antik), rumah (jujur, saya suka sekali rumahnya), serta tanah warisan, namun sosok sederhana yang sedang sholat diantara mobil yang berjejer di lokasi proyek membuat jantung pria muslim (seharusnya) tertusuk jika ia belum melakukan sholat saat menonton film ini. kenapa? tonton dan pikirkan !. Bahagia, saya tak tahu bagaiman perasaan lelaki ketika ta'aruf mereka diterima karena saya belum pernah melakukannya, namun ketika Rafli bahagia, saya ikut bahagia, bahkan saya ingat sekali disebelah saya bertepuk tangan layaknya menyambut pemenang sebuah kejuaraan. Rafli mengakhiri setiap scene dengan membawa kebahagiaan.

   "........biar bisa ke surga bareng kang Rafli" ucap Nania mengikuti paras cantiknya mengenakan hijab.

Sejak muncul dalam film ini, Velove Vexia yang berperan sebagai Nania sudah mulai menampakan keindahananya sebagai mahluk ciptaan Tuhan, kesederhanaannya dalam menikmati hidup sebagai orang kaya membuat karakternya unik, berbeda, jika dibandingkan dengan kakak-kakak nya, ini biasa namun cerdas dalam pemilihan profesi 'pekerja proyek', seketika, sempat membuat saya ingin bermain-main di lokasi proyek dan bertemu wanita seperti Nania. hehe. Akting Velo semakin matang saya lihat, memasuki akhir-akhir film ia semakin memainkan karakternya dengan teriakan dan tangisan yang jarang terlihat diawal film yang hanya menyuguhkan senyum manisnya. Selain Velo dan Deva, film Cinta Laki - Laki Biasa ini juga turut menyuguhkan tokoh pendukung lainnya seperti Ira Wibowo yang bertindak sebagai Ibu dari Nania, mertua Rafli yang tak suka dengan jalinan cinta Rafli dan anaknya, Ira Wibowo amat berperan juga dalam film ini, terkadang saya berpikir ia bertindk sebagai peran antagonis namun tak sejahat yang saya pikirkan, Ira memainkan perannya dengan 'seru' membuat film ini semakin memiliki jalan cerita yang menyenangkan, tak ada kejahatan sehingga saya berpikir kalau film ini indah. Oh iya, sampai lupa ada satu karakter utama lagi ternyata, Nino Fernandez yang yang berperan sebagai Tyo, sama seperti Deva, Nino juga layak tampil dibeberapa film besar seperti Reza, karakter dokter yang ia suguhkan dalam film ini menjadikan keseluruhan cerita semakin utuh, 'adem', nyaman sekali untuk saya menyaksikannya. Dalam film selanjutnya yang ia mainkan bersama Hanna Al Rashid juga nampak ia semakin bisa diperhitungkan kharismanya dalam film-film yang ia ikut terlibat.

Film Cinta Laki - Laki Biasa ini sangat pintar dalam membagi masalah, meskipun inti cerita ada di Nania dan Rafli namun masalah-masalah lainnya juga dihadirkan sebagai pembanding serta mengingatkan bahwa semua orang punya porsi masalahnya sendiri. Sebuah pesan yang keren saya tangkap dalam film ini. Permasalahan yang dihadapi Kakak-kakak Nania sengaja dihadirkan untuk membuat film ini semakin beragam tanpa merusak fokus cerita, tak membuat pusing justru menguatkan kisah Nania dan Rafli, dan semakin membuat film ini SERU !

Keindahan tak hanya ditampilkan oleh penghayatan akting semua tokoh serta dialog yang ditulis oleh Alim Sudio, langscape kebun teh, penataan wardrobe atau ornamen pendukung lainnya serta pencahayaan dan warna-warna objek dalam film ini juga berpadu harmonis. Dan tak lupa dalam musik serta OST nya, selamat saya ucapkan kepada Deva Mahendra yang semakin melebarkan sayapnya menjadi seorang artis multi talenta dengan bernyanyi mengisi soundtrack film ini, lagu yang berjudul Cinta Sejatiku cukup membuat film ini 'sempurna'. Film Cinta Laki-Laki Biasa bukan menobatkan dirinya sebagai sebuah karya religi namun pesan serta eksekusi ceritanya patut membawa pengaruh yang amat baik tanpa menggurui, perlahan namun pasti menuju sebuah kebahagiaan.

   Kecelakaan membuat Nania lupa ingatan, hilang semua ingatannya dengan kedua buah hati serta suami tercinta Rafli, namun Rafli tak tinggal diam, semua ia lakukan untuk membantu Nania kembali seperti yang dulu lagi meskipun harus menjual beberapa aset miliknya. 3 hari diberikan dokter Tyo kepada Rfali sebelum membawanya keluar negeri demi kesembuhan Nania. Behasilkah Rafli?
Share:

Blogroll

BTemplates.com

Cari Blog Ini

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Sinopsis

Perkenalan Nania dan Rafli Nania ( Velove Vexia ) bertemu Rafli ( Deva Mahenra ) saat kerja praktik lapangan di perusahaan pengembang per...